women’s mind..

Cinta adalah Memberi


Cinta,
selalu ada cerita unik pada diri setiap manusia. Perbincangan di sepanjang lintasan kereta api Jakarta - Bandung memberi pemahaman sekali lagi mengenai makna cinta. Seorang sahabat lama mengatakan bahwa adalah sebuah kebutuhan baginya untuk mencintai seseorang, bukan dicintai. Kelebihan perasaan cinta yang dimilikinya harus tersalurkan. Sehingga keinginannya membina hubungan dengan seseorang adalah karena kebutuhan untuk menyalurkan perasaan cinta. Mirip dengan ungkapan bahwa cinta adalah berarti memberi, bukan menerima.

Hal ini semakin menyadarkan saya akan makna cinta yang seharusnya setiap orang sadari. Keinginan saya untuk dicintai tidak selayaknya dihamburkan. Ketika mengenang kembali berbagai perasaan cinta yang pernah saya rasakan, semakin mengerti bahwa ikhlas mencintai akan terasa berjuta kali lipat lebih berarti daripada selalu menuntut untuk dicintai, meskipun lebih dari sekedar manusiawi mempunyai keinginan berlebih seperti itu. Saya sangat senang memberi, tetapi juga tidak mengelak merasa senang ketika menerima.

Beberapa waktu lalu saya masih bersikeras untuk tidak menerima cinta yang tidak seharusnya diterima. Tetapi ini bukan masalah ingin diberi atau dibenci, melainkan kebutuhan seseorang untuk memberikan cinta tersebut, sebagaimana kebutuhan saya untuk menerimanya. Demikian pula ketika saya ingin menyalurkan cinta saya, saya tidak akan peduli bagaimana pada akhirnya penerimaan cinta yang saya berikan, tetapi saya akan tetap memberikannya meskipun dengan cara saya sendiri.

Satu hal lagi, cinta yang sesungguhnya bukanlah ingin memilikinya seutuhnya sehingga kecemasan selalu hadir sebagai akibat dari perasaan takut kehilangan, namun cinta adalah bagaimana kita mampu mencintai orang lain yang juga dicintainya. Suatu saat nanti, akan tiba waktunya ketika diri ini siap dicintai sekaligus mencintai sepanjang hayat. InsyaAllah..

Mengerti dengan Memahami


Seperti biasa, ketika bertanya kepada mbah google, tante wiki selalu berada pada urutan pertama halaman pencarian, dan selalu punya jawaban harfiah untuk kata-kata yang ingin saya maknai.

Memaknai sesuatu! hal ini yang akan saya lakukan. Mengapa? Dengan memahami suatu hal secara mendalam insyaAllah akan menambah wawasan saya terhadap hal tersebut, dengan demikian pada saat mencapai titik pemahaman tertentu maka saya akan mengerti apa, mengapa dan bagaimana sesuatu tersebut, kemudian dengan wawasan yang sudah saya miliki akan membuka kebesaran jiwa saya untuk mengerti apa yang harus saya lakukan atau rasakan, sehingga insyaAllah keikhlasan akan menjadi penyertaan terbaik di setiap jalan yang saya tempuh. Amin.

Kasih sayang atau dikenal juga sebagai (Afeksi istilah psikologi[1] dalam bahasa Inggris Affection) secara harfiah adalah semacam status kejiwaan yang disebabkan oleh pengaruh eksternal (Wikipedia). Hm, saya lebih senang menggunakan istilah ini ketimbang Cinta, kesannya terlalu gamblang, meskipun cinta tidak mengenal ketidakgamblangan.

Istilah ini dalam bahasa Inggris sering digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua orang (atau lebih) yang lebih dari sekedar rasa simpati atau persahabatan. Afeksi juga berarti menghargai orang lain. Tepat, karena selain perasaan romantis yang sering juga disebut asmara yang saat ini tengah saya rasakan, disana bertebaran pula perasaan menghargai orang yang bersangkutan. Alasan atas terjadinya hal tersebut adalah bahwa memang perasaan saya bermula dari rasa simpati dan menghargai.

Cinta saya kali ini berbeda dengan sebelumnya. Begitu pula dengan cara menyikapinya. Beruntung seseorang yang mencintai saya mampu menyadarkan saya bahwa menjadikan cinta sebagai salah satu kekayaan batin lebih bijak daripada membunuh perasaan penuh warna tersebut, meskipun keduanya tidak akan mengurangi jumlah air mata yang tertahan.

Pendewasaan Batin

Setiap langkah dan cobaan, rezeki serta godaan, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menempa tingkat kebijaksanaan masing - masing diri.  Untuk apa diberi nama “bijaksana” (sofi, red) kalau bahkan bersikap dewasa pun tidak sanggup.

Paling tidak banyak hal yang akhirnya saya temukan dan akan temukan jawabannya, mengerti lebih banyak makna kehidupan menjadi bekal yang penting untuk menentukan arah selanjutnya.

- 22/02/2010 -

Selamat Datang Cinta


“Cinta Tak Pernah Salah Dalam Memilih”

Sebuah quote dari lirik Gita Gutawa dalam tembang “Selamat Datang Cinta”-nya. Mm..terpikir, apakah benar adanya quote tersebut? Saya percaya, cinta itu adalah anugerah Yang Maha Kuasa, kepada siapa dan pada saat kapan cinta tersebut datang, seringkali pada subjek dan tempat yang tak terduga. Saya percaya, tidak ada kebetulan di muka bumi ini, semua hal yang menurut kita “kebetulan” sesungguhnya merupakan bagian dari skenario yang telah ditetapkan-Nya, baik berupa kebahagiaan maupun kesedihan, yang tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempertegar kualitas diri.

Ketika cinta hadir, terlalu kompleks perasaan yang dikecap. Kebahagiaan tertumpahkan akibat rayuan yang menggelitik kalbu. Ingatan berlabuh tak jauh dari sosok penyempurna kehidupan. Kerinduan tak jua sudi meninggalkan batin yang semakin terpukau. Penghargaan seketika datang karena dipercaya menyimpan sebagian hati dan hidupnya. Meski tanpa disadari setiap detik yang berlalu justru membuat diri kian terperosok semakin dalam.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah bagaimana menggali lebih dalam maksud dan tujuan penganugerahan cinta tersebut. Tentu saja Tuhan tidak semena - mena memberikan rasa cinta seseorang kepada seorang lainnya. Beberapa cinta mungkin saja dianugerahkan kepada kita pada kondisi yang membingungkan, situasi yang sulit dipercaya adanya. Dan seringkali kita lalu menyalahkan cinta atau Yang Memberi cinta.

Cinta dan Kebijaksanaan. Erat kaitannya namun butuh energi lebih dalam penerapannya. Anda yang pernah merasakan cinta, yang saya yakin tidak asing dengan perasaan jatuh cinta, tentu akan membenarkan pernyataan saya bahwa cinta seringkali terasa membutakan akal dan logika. Kita sadar tapi tak ingin tersadar. Karena begitu benar - benar sadar maka hanya akan ada duka yang menjelma.

Ah, jatuh cinta, selalu saja penuh tanda tanya. Batas antara bahagia dan tersakiti terlihat begitu tipis. Meskipun demikian, cinta tetap menjadi perasaan yang selalu dinanti, selalu menyisakan banyak cerita, yang seyogyanya membuat si empunya cinta menjadi semakin mengerti bagaimana menyikapi cinta.

- nEveR EndinG sToRy -

Fie’20090309

Mengheningkan Cipta


“Kau ku kenang wahai..Bunga Putera Bangsa..”

Sayup - sayup alunan melodi iringan ritual Mengheningkan Cipta tersebut menghampiri telinga. Terasa syahdu dan menggetarkan jiwa. Seolah kembali pada memoar para tetua yang kala itu mengangkat senjata demi kemerdekaan negeri kita tercinta, Indonesia. Dan mereka BERHASIL !!

Kini, saat ini, kita tidak perlu lagi bersusah payah membuat bambu runcing, tidak lagi harus berlari kocar - kacir ketika penjajah menyerang, tidak juga harus bersembunyi di dalam ruang bawah tanah untuk menghindari tembakan dan ledakan bom.

Tapi sayangnya, kita harus tetap bertahan dari serangan penjajah yang menyusup melalui celah-celah budaya dan modernisasi yang jarang kita sadari. Ya, kita sedang terjajah. Bahkan dari negeri sendiri.

Berhentilah berbicara tentang nasionalisme ketika diri kita pribadi tidak pernah benar-benar berpikir tentang kesejahteraan dan pemerataan. Indonesia tidak hanya Saya dan Presiden. Indonesia juga bukan hanya legislatif dan eksekutif. Indonesia itu Rakyat. Tidakkah berdosa seorang yang katanya akan menjadi wakil rakyat justru memberi pengajaran politik yang keliru, money politik, goods politik, aksi suap. Uh, munafik rasanya kalau legislatif selalu menyalahkan eksekutif, harusnya kita salahkan saja dua-duanya. Humm..bukan menyalahkan si lebih tepatnya, karna tidak ada unsur konstruktif dari aksi menyalahkan, melainkan kita tuntut saja mereka untuk bertanggung jawa dan menyadari sebenar-benarnya tugas dari wakil rakyat dan pelayan masyarakat.
Menjadi sebenar-benarnya pemimpin yang legowo, mengurutkan tujuan masyarakat pada bagian teratas dari kepentingan - kepentingan lain. Bukan..bukan hanya bullshit, tapi ketika tugas dan tanggung jawab tersebut benar - benar terpatri dalam jiwa seorang pemimpin, maka insyaAllah Indonesia akan menjadi makmur kawan..

Seandainya saya seorang pemimpin.. tapi tidak, saya adalah seorang wanita, saya tidak akan menjadi pemimpin, tapi akan menciptakan calon - calon pemimpin, mengasuh dan mendidiknya menjadi pemimpin yang bertanggung jawab kelak.. (cita-cita seorang wanita, setelah menyempurnakan ibadah suatu hari nanti).

WelCome


welcome to my detikblog..
ini adalah blog saya yg kesekian kalinya, setelah http://pipiew.wordpress.com, blog yang paling rajin dirawat, kecuali beberapa bulan terakhir karena mempersiapkan konsep dan theme yang pas untuk blog pribadi saya di  http://pipiew.com. Sampai saat ini bahkan pengerjaannya belum sepenuhnya selesai, humph..
Mengapa blogdetik? berawal dari iklan kaos gratis yang disediakan untuk 100 blogger detik perempuan, jadi tertarik, hihihi…
well, yang penting my mind akan tetap tersupport di media ini, semoga! ;)

Halo dunia!


Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!